SMPN 2 Plemahan Gelar Pelatihan Mengaji Al-Qur’an

Plemahan, 6 Oktober 2026 — SMPN 2 Plemahan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mengaji Al-Qur’an bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.30 WIB ini dilaksanakan di musala sekolah dan diikuti oleh sekitar 99 siswa yang telah mampu membaca Al-Qur’an. Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan melibatkan pemateri dari Pondok Pesantren Hamalatul Quran Ringinagung, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus upaya membentuk tutor sebaya di lingkungan sekolah. Melalui program ini, siswa yang telah mampu membaca Al-Qur’an diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas bacaannya sendiri, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membimbing dan membantu teman-temannya yang belum bisa membaca Al-Qur’an.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf hijaiyah, makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf, kaidah tajwid, ketepatan panjang dan pendek bacaan, serta kelancaran membaca Al-Qur’an. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan mengenai metode mengajari teman agar proses pendampingan dapat dilakukan secara tepat dan mudah dipahami. Pemateri menyampaikan penjelasan sekaligus memberikan contoh bacaan Al-Qur’an yang benar untuk kemudian dipraktikkan oleh para peserta secara individu. Melalui perpaduan antara penjelasan dan praktik langsung, siswa diharapkan dapat memahami materi secara lebih mendalam serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh ketika membantu teman-temannya belajar membaca Al-Qur’an.

Kegiatan pelatihan berlangsung dengan suasana khidmat, tertib, interaktif, dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh, mulai dari menyimak penjelasan pemateri hingga mempraktikkan bacaan Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, peserta juga mengikuti evaluasi untuk mengetahui pemahaman terhadap materi yang telah diberikan. Selain berlatih memperbaiki kualitas bacaan, siswa diarahkan untuk memahami cara memberikan bimbingan kepada teman yang masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an. Pembekalan ini menjadi bagian penting dari pelatihan karena kemampuan membaca yang baik perlu diiringi dengan kemampuan menyampaikan materi secara sederhana, sabar, dan mudah dipahami oleh orang lain. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.

Pelatihan ini tidak berhenti pada pemberian materi dan praktik selama kegiatan berlangsung, tetapi akan dilanjutkan melalui penerapan sistem tutor sebaya di kelas. Siswa yang telah mengikuti pelatihan akan dijadwalkan untuk membantu teman-temannya yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Melalui pendampingan tersebut, proses belajar diharapkan dapat berlangsung secara lebih dekat dan nyaman karena siswa belajar bersama teman sebayanya. Program ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, kesabaran, serta semangat saling membantu di antara peserta didik. Dengan adanya pembagian peran sebagai tutor sebaya, siswa yang telah mampu membaca Al-Qur’an dapat mengamalkan ilmunya, sedangkan siswa yang masih belajar memperoleh kesempatan untuk mendapatkan bimbingan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Plemahan berharap semakin banyak siswa yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Program tutor sebaya diharapkan dapat memperkuat kebersamaan antarsiswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap teman yang membutuhkan pendampingan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang religius, saling mendukung, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. Dengan dukungan guru, pendampingan yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif para siswa, program peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari di sekolah. Para siswa tidak hanya diharapkan semakin lancar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikan kegiatan belajar bersama sebagai bentuk pengamalan ilmu dan kepedulian terhadap sesama.