Belajar Mengukur Langsung di Halaman, Siswa Kelas 7 SMPN 2 Plemahan Praktikum Penggunaan Alat Ukur

Plemahan, 3 September 2026 – Pembelajaran IPA kelas 7 SMPN 2 Plemahan pada Kamis pagi berlangsung di luar ruang kelas. Dalam praktikum sub bab penggunaan alat ukur, siswa diajak keluar menuju halaman sekolah untuk mengukur lebar batang pohon yang tumbuh di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan agar siswa terampil menggunakan alat ukur panjang secara tepat melalui pengalaman langsung.
Setelah mendapat pengarahan dari guru, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok dibekali alat ukur berupa meteran pita, buku catatan, dan alat tulis. Mereka kemudian menyebar ke sejumlah pohon di halaman sekolah. Dengan melingkarkan meteran pada batang pohon, siswa mengukur lebar batang dengan memperhatikan posisi awal pengukuran, kelurusan pita, dan ketepatan membaca skala.
Hasil pengukuran dicatat oleh masing-masing kelompok ke dalam tabel pengamatan. Siswa saling membagi tugas, ada yang memegang dan melingkarkan meteran, ada yang membaca skala, dan ada yang mencatat hasilnya. Tidak sedikit kelompok yang mengulang pengukuran untuk memastikan data yang diperoleh benar-benar akurat.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa pengukuran harus dilakukan dengan cermat dan teliti. Mereka juga memahami pentingnya memilih alat ukur yang sesuai dengan benda yang diukur, sebab batang pohon yang melengkung lebih mudah diukur dengan meteran pita dibandingkan penggaris kaku.
Guru IPA kelas 7 Bu Mercy dan Bu Firoh menyampaikan bahwa praktikum di luar kelas membuat pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan. “Siswa tidak hanya menghafal nama alat ukur, tetapi mencoba sendiri cara menggunakannya dan melihat pentingnya ketelitian dalam mengukur. Lingkungan sekolah menjadi laboratorium alami bagi mereka,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Plemahan berharap siswa semakin terampil dalam keterampilan proses sains, seperti mengamati, mengukur, mencatat, dan menyimpulkan, serta tumbuh rasa kepedulian terhadap pohon dan lingkungan di sekitar mereka. Pembelajaran berbasis praktik seperti ini akan terus dikembangkan pada materi-materi IPA berikutnya.


