Belajar Struktur Recount Text Lewat Layar IFP, Siswa Kelas 8D SMPN 2 Plemahan Antusias Ikuti Pembelajaran Bahasa Inggris

Plemahan, 8 September 2026 – Pembelajaran Bahasa Inggris di SMPN 2 Plemahan pada Selasa pagi berlangsung interaktif dan menyenangkan. Bersama Miss Elvin, siswa kelas 8D mempelajari struktur teks recount di Laboratorium TIK dengan memanfaatkan layar interactive flat panel (IFP).
Pembelajaran diawali dengan penjelasan konsep. Miss Elvin menyajikan materi melalui tampilan Canva di layar IFP, mulai dari pengertian recount text hingga struktur umumnya, yaitu orientation, events, dan reorientation. Setiap bagian dijelaskan beserta ciri-cirinya. Orientation memperkenalkan tokoh, waktu, dan tempat. Events menceritakan rangkaian kejadian secara berurutan. Reorientation menutup cerita dengan kesimpulan atau komentar pribadi penulis. Tampilan yang menarik membuat siswa lebih mudah menangkap perbedaan tiap bagian.
Untuk memperdalam pemahaman, siswa langsung mengaplikasikan materi melalui latihan mengurutkan bagian-bagian teks yang acak menjadi teks recount yang utuh dan runtut. Latihan ini berupa halaman website yang dirancang sendiri oleh Miss Elvin dengan bantuan Gemini dan Canva. Siswa mengerjakannya langsung pada layar IFP, sehingga mereka belajar sambil menggunakan teknologi.
Suasana kelas semakin hidup karena giliran siswa maju ke layar ditentukan melalui roda pemilih nama. Setiap kali roda berhenti, siswa yang terpilih maju mengurutkan potongan teks, sementara teman-temannya mengamati dan ikut berdiskusi. Siswa tampak antusias dan berani mencoba, meskipun harus berpikir cermat untuk menentukan bagian mana yang termasuk orientation, events, atau reorientation.
Miss Elvin menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah. “Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi langsung mencoba menyusun teks. Dengan begitu mereka benar-benar paham fungsi setiap bagian dalam recount text,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Plemahan berharap kemampuan siswa dalam memahami dan menyusun teks berbahasa Inggris terus meningkat. Pembelajaran kreatif berbasis teknologi seperti ini akan terus dikembangkan agar proses belajar semakin bermakna.


