MPLS 5 Hari di SMPN 2 Plemahan: Dari Wiyata Mandala hingga Unjuk Karya

KEDIRI – SMP Negeri 2 Plemahan resmi memulai rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun ajaran 2026/2027. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis pihak sekolah, kegiatan ini dirancang secara padat dan terstruktur selama lima hari penuh, mulai Senin, 13 Juli 2026 hingga Jumat, 17 Juli 2026, dengan mengedepankan pendekatan edukatif, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk perpeloncoan.

Hari Pertama (Senin, 13 Juli 2026): Pengenalan Wiyata Mandala dan Potensi Diri

Pekan MPLS dibuka secara resmi melalui upacara pembukaan pada pukul 07.00 WIB. Setelah registrasi dan sesi ice breaking yang dipandu oleh pengurus OSIS, para peserta didik baru langsung mendapatkan materi Wawasan Wiyata Mandala untuk mengenal lingkungan sekolah, visi, misi, tata tertib, serta budaya sekolah secara menyeluruh.

Agenda dilanjutkan dengan tur lingkungan sekolah untuk mengenal sarana prasarana fisik serta fasilitas umum. Setelah jeda istirahat dan menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), kegiatan berlanjut pada penguatan karakter melalui “Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” serta sesi pengenalan potensi diri, bakat, minat, dan berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler di penghujung hari.

Hari Kedua (Selasa, 14 Juli 2026): Kesehatan, Mitigasi Bencana, dan Akhlak Mulia

Hari kedua diawali dengan “Pertemuan Pagi Ceria” yang meliputi pengukuran detak jantung dan tes fleksibilitas fisik peserta didik. Suasana interaktif tampak saat sesi “Ruang Perjumpaan Murid Baru” di mana siswa memetakan harapan, kekhawatiran, beserta solusinya dalam bentuk peta pikiran (mind map).

Menjelang siang, siswa dibekali pengetahuan penting mengenai mitigasi bencana melalui materi pengenalan ancaman, kerentanan, dan kesiapan dini menghadapi potensi bencana. Hari kedua ditutup dengan penguatan moderasi beragama, pembentukan akhlak mulia, dan budi pekerti luhur yang dipusatkan di Musholla Al-Hikmah setelah sebelumnya menikmati santap siang MBG.

Hari Ketiga (Rabu, 15 Juli 2026): Asesmen Digital, Literasi Media, dan Kolaborasi Anti-NAPZA Bersama Polsek Plemahan

Memasuki hari ketiga, fokus kegiatan bergeser pada pengenalan teknologi, literasi digital, serta perlindungan diri dari ancaman sosial. Siswa diinstruksikan membawa ponsel dengan paket internet yang memadai untuk mengikuti identifikasi awal kondisi sosial-emosional, konsentrasi belajar, asesmen literasi, numerasi, serta identifikasi bakat minat.

Edukasi berlanjut dengan materi sopan santun bermedia sosial serta literasi digital bagi murid. Puncak perhatian pada hari ketiga tertuju pada sesi penyuluhan dan pencegahan isu NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Melalui kolaborasi strategis bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Plemahan, pihak kepolisian memberikan pembinaan langsung kepada para siswa mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang serta konsekuensi hukumnya. Sinergi ini menjadi langkah preventif yang krusial untuk melindungi generasi muda sejak dini dari ancaman bahaya NAPZA di lingkungan remaja. Rangkaian hari ketiga ditutup dengan refleksi, permainan kelompok, serta latihan persiapan unjuk karya.

Hari Keempat (Kamis, 16 Juli 2026): Anti-Perundungan dan Gerakan Indonesia ASRI

Hari keempat diisi dengan materi pencegahan perundungan (anti-bullying) melalui program “Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai” untuk mengantisipasi isu sosial di kalangan remaja. Para siswa juga diajak mengeksplorasi budaya sekolah, pembiasaan nilai spiritual, serta penerapan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Santun, Sopan).

Aspek akademik dan lingkungan turut disentuh melalui sesi pengenalan kurikulum sekolah melalui penumbuhan motivasi dan cara belajar yang efektif, serta ditutup dengan “Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)” yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Hari Kelima (Jumat, 17 Juli 2026): Senam Sehat, Unjuk Karya, dan Penutupan

Puncak rangkaian MPLS ditutup pada hari Jumat dengan kegiatan yang dinamis dan meriah. Dimulai dengan senam pagi ceria “Senam Anak Indonesia Hebat” bersama seluruh peserta didik dan guru pendamping.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ajang “Unjuk Karya” di mana setiap kelas wajib menampilkan minimal dua karya terbaik hasil kreativitas mereka. Rangkaian MPLS Ramah ini akhirnya ditutup secara resmi disertai pengarahan Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu), menandai tuntasnya pekan orientasi yang berkesan, edukatif, dan bebas kekerasan bagi seluruh siswa baru SMPN 2 Plemahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *