SMPN 2 Plemahan Terima Hibah Teknologi Mutakhir dari Korea Selatan

SMP Negeri 2 Plemahan mendapatkan wujud nyata kerja sama internasional dalam bidang pendidikan melalui kedatangan hibah teknologi dari Korea Selatan. Pada tanggal 24 Oktober 2025, sekolah tersebut secara resmi menerima bantuan berupa 5 unit laptop dan 1 tablet dari Departemen Pendidikan Korea Selatan. Perangkat-perangkat canggih ini tiba dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.

Pak Kosim, Penanggung Jawab Laboratorium Komputer SMPN 2 Plemahan, langsung melakukan penyesuaian terhadap perangkat-perangkat tersebut pagi ini. “Kami sedang melakukan konfigurasi sistem, termasuk penyesuaian bahasa dan instalasi aplikasi pemrograman dasar yang sesuai dengan kurikulum sekolah,” ujarnya. Langkah ini diambil untuk memastikan baik guru maupun siswa tidak mengalami kesulitan dalam penggunaan perangkat tersebut.

Perangkat hibah yang diterima ternyata memiliki kualitas yang mengesankan. Pak Kosim menjelaskan bahwa semua perangkat bermerek Samsung dengan sistem operasi Windows 11 yang masih dalam bahasa Korea. “Laptop hibah ini memiliki spesifikasi Intel Core i5, lebih tinggi dari perangkat bantuan DAK/BOS dari pemerintah yang biasanya hanya Core i3 dengan hard disk biasa,” jelasnya dengan nada antusias.

Hibah ini merupakan hasil dari kerja sama yang terjalin antara dinas pendidikan Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama ini sebelumnya telah mengirimkan Ibu Elvin, guru SMPN 2 Plemahan, sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam program pertukaran edukasi. Prestasi dan dedikasi Bu Elvin dalam program tersebut diduga menjadi pertimbangan utama pemberian hibah ini.

Sebelumnya, Bu Elvin telah mengusulkan agar tablet hibah dapat dimanfaatkan oleh pengelola media sosial sekolah untuk keperluan desain konten. Namun, rencana tersebut tidak sejalan dengan keputusan pimpinan sekolah. Setelah dimintai izin oleh penanggung jawab pengelola media sosial, Kepala Sekolah Denok Widjajati justru menyatakan bahwa tablet tersebut akan digunakan secara pribadi oleh beliau.

Keputusan ini menuai beragam tanggapan dari para guru. Beberapa pihak berharap agar kebijakan pemanfaatan hibah dapat dievaluasi kembali agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Meskipun demikian, kedatangan perangkat teknologi ini tetap disambut positif sebagai langkah awal peningkatan kualitas pendidikan di SMPN 2 Plemahan.