SMPN 2 Plemahan Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Musala Ambruk di Sidoarjo

Esplero, 14 Oktober 2025 – Keluarga besar SMP Negeri 2 Plemahan menunjukkan rasa duka mendalam dan solidaritas yang kuat dengan menggelar Salat Gaib berjemaah dan doa bersama pada pagi hari ini. Kegiatan spiritual ini dilaksanakan secara khusus untuk mendoakan para korban insiden tragis ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjadi pada Senin, 29 September 2025.

Seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan staf, berkumpul di lapangan olahraga SMPN 2 Plemahan untuk mengikuti salat gaib dengan khidmat. Pelaksanaan salat gaib ini dipimpin langsung oleh Bapak Misbachussurruri, S.Pd.I, guru Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut. Peniadaan sementara kegiatan upacara bendera diganti dengan kegiatan doa bersama ini, menunjukkan empati dan keprihatinan sekolah terhadap musibah yang menimpa saudara sebangsa.

Musibah yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB itu dikabarkan saat ratusan santri tengah menunaikan salat Asar berjemaah di lantai dua bangunan musala. Insiden tersebut telah menyita perhatian publik dan menimbulkan duka cita nasional. Berdasarkan laporan terbaru dari tim gabungan search and rescue (SAR), tragedi ini menelan total 171 korban.

Dari total korban tersebut, tercatat 67 jenazah telah berhasil dievakuasi, sementara 104 lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Angka korban yang tinggi ini menggugah rasa kemanusiaan dan kepedulian di kalangan siswa dan guru SMPN 2 Plemahan, membulatkan tekad mereka untuk mengirimkan doa terbaik.

Setelah pelaksanaan salat gaib, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Misbachussurruri. Dalam doanya, beliau memohon kepada Allah SWT agar seluruh korban yang meninggal dunia diterima di sisi-Nya sebagai syuhada, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Doa juga dipanjatkan untuk kesembuhan para korban luka dan agar situasi negeri senantiasa damai dan terhindar dari musibah serupa.

Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Plemahan tidak hanya mengajarkan pentingnya ritual keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial kepada seluruh peserta didiknya. Diharapkan, doa bersama yang dilakukan ini dapat memberikan ketenangan batin bagi keluarga korban dan menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya saling mendukung dalam menghadapi cobaan.