Server “Galat”, Gladi Bersih TKA SMPN 2 Plemahan Diwarnai Kendala Teknis

Server “Galat”, Gladi Bersih TKA SMPN 2 Plemahan Diwarnai Kendala Teknis
KEDIRI – Pelaksanaan gladi bersih Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas 9 di SMPN 2 Plemahan yang berlangsung sejak Senin hingga Kamis (9-12 Maret 2026) tidak berjalan semulus yang diharapkan. Meski persiapan infrastruktur telah dilakukan secara maksimal, kendala pada server pusat membuat proses ujian yang terbagi dalam beberapa sesi tersebut sering terhambat.
Spek “Gaming” Bukan Jaminan
Pihak sekolah sebenarnya telah melakukan langkah antisipatif yang sangat serius. Seluruh perangkat komputer di laboratorium TIK telah dioptimalkan, jaringan internet diperbaharui, bahkan router WiFi yang digunakan sudah menggunakan spesifikasi tinggi (gaming grade) untuk menjamin stabilitas koneksi.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Selama empat hari pelaksanaan, muncul berbagai masalah teknis mulai dari:
* Siswa gagal login: Peserta ujian seringkali tertahan di halaman depan karena gagal masuk ke sistem.
* Masalah Admin/Proktor: Akun admin dan proktor kerap terputus (disconnected) dari server pusat, sehingga pemantauan sesi ujian menjadi terganggu.
Kekecewaan Pengelola Lab TIK
Pak Kosim, selaku penanggung jawab Laboratorium TIK SMPN 2 Plemahan, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia merasa ada ironi dalam pelaksanaan tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
> “Tahun lalu saat AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), kami hanya menggunakan perangkat standar, tapi semuanya lancar tanpa kendala berarti. Tahun ini, saat semua perangkat sudah kami upgrade dan optimalkan, justru server pusat yang sering galat,” ujar Pak Kosim.
>
Fenomena Regional
Kendala ini rupanya tidak hanya dialami oleh SMPN 2 Plemahan. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Radar Kediri, sejumlah sekolah lain di wilayah Kediri juga mengeluhkan hal serupa. Masalah sinkronisasi dan beban server pusat ditengarai menjadi penyebab utama kegagalan akses yang dialami para siswa dan proktor di berbagai daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah berharap ada evaluasi menyeluruh dari penyelenggara pusat sebelum hari H pelaksanaan TKA, agar investasi teknologi yang telah dilakukan sekolah tidak terbuang percuma dan mental siswa tidak terganggu saat ujian sesungguhnya.