KEDIRI – Semangat sportivitas dan kreativitas memuncak di SMPN 2 Plemahan pada Kamis, 12 Februari 2026. Perhelatan tahunan bergengsi KEJORA (Kejuaraan Seni, Olahraga, dan Akademik) kembali digelar dengan nuansa yang lebih segar dan penuh kejutan, meski dilaksanakan di tengah jadwal yang cukup padat.
Pelaksanaan KEJORA tahun ini sengaja diajukan guna menyesuaikan dengan kalender bulan puasa yang semakin maju, sekaligus memberikan ruang persiapan bagi siswa kelas 9 yang akan menghadapi Tes Kendali Mutu Akademik (TKA). Namun, keterbatasan waktu tersebut tidak menyurutkan kemeriahan acara.
Ada yang berbeda pada kompetisi tahun ini. Panitia melakukan transformasi pada cabang literasi, di mana kategori story telling kini difokuskan pada seni mendongeng. Selain itu, untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan kebugaran, KEJORA 2026 memperkenalkan cabang lomba baru yakni Lari 60 Meter dan Balap Egrang.
Sementara itu, cabang-cabang unggulan lainnya tetap dipertahankan, seperti Olimpiade Matematika, IPA, dan IPS untuk bidang akademik. Di bidang non-akademik, persaingan ketat juga terjadi pada cabang Atletik Lompat Jauh, menyanyi, hingga seni Kaligrafi.
Kolaborasi Megah dengan SMK Graha Husada
Kemeriahan KEJORA 2026 semakin terasa berkat dukungan penuh dari SMK Graha Husada sebagai sponsor utama. Identitas pendukung acara ini terlihat jelas pada spanduk utama selamat datang hingga area photobooth peserta.
Puncak perhatian pengunjung tertuju pada panggung utama saat tim promosi SMK Graha Husada menampilkan pertunjukan seni drama kontemporer. Pertunjukan ini merupakan perpaduan apik antara tari, puisi, dan teatrikal yang dibalut dengan kualitas sound system yang menggelegar, menambah atmosfer dramatis di lokasi kegiatan.
“Tahun ini memang terasa lebih menantang karena persiapannya harus berkejaran dengan waktu. Namun, dengan adanya cabang lomba baru seperti egrang dan dukungan luar biasa dari mitra seperti SMK Graha Husada, KEJORA 2026 justru terasa lebih hidup dan kompetitif,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang mencari pemenang, tetapi juga sebagai sarana promosi pendidikan bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi serta mempererat tali persaudaraan antar-siswa melalui kompetisi yang sehat.
