Plemehan, – Inovasi pembelajaran terus dikembangkan di SMP Negeri 2 Plemahan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Salah satu terobosan terbaru adalah penerapan metode Discovery Learning berbasis deferensiasi produc dalam pembelajaran rantai makanan oleh Ibu Alfia, guru IPA kelas 7. Metode ini dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan konsep-konsep ilmiah melalui eksplorasi dan diskusi kelompok.
Dalam pelaksanaan pembelajaran, Ibu Alfia membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil dan memberikan mereka tugas untuk menyusun rantai makanan berdasarkan contoh ekosistem yang diberikan. Setiap kelompok diminta untuk mengidentifikasi produsen, konsumen, dan pengurai dalam ekosistem tersebut. Selain itu, siswa juga diajak untuk menganalisis dampak jika salah satu komponen rantai makanan hilang. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan fenomena di dunia nyata serta menambah kreativitas siswa dalam membuat karya.
Salah satu siswa kelas 7, mengaku sangat antusias dengan metode ini. “Kami jadi lebih paham karena belajar sambil praktik. Selain itu, kerja kelompok juga membuat kami bisa saling berbagi ide dan belajar bersama teman-teman,” ujarnya. Hal serupa disampaikan oleh Ibu Alfia, yang merasa bahwa Discovery Learning membantu siswa menjadi lebih aktif dan kritis dalam belajar. “Saya ingin mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat dalam proses penemuan dan pemahaman konsep. Ini akan membuat pembelajaran lebih berkesan,” tambahnya.
Inovasi seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan di SMP Negeri 2 Plemahan untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan kritis. Dengan pendekatan yang melibatkan siswa secara aktif, pembelajaran tidak lagi hanya tentang menghafal, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
