Dikutip dari indonesianjournalofcancer.or.id, Di Indonesia diperkirakan terdapat 40 ribu kasus baru kanker mulut rahim yang ditemukan setiap tahunnya. Menurut data kanker berbasis patologi di 13 pusat laboratorium patologi, kanker serviks merupakan penyakit kanker yang memiliki jumlah penderita terbanyak di Indonesia, yaitu lebih kurang 36%.
Masalah kanker serviks atau kanker mulut rahim memiliki kaitan yang erat dengan upaya pencegahan dini pada remaja, terutama di sekolah tingkat menengah. Fakta bahwa kanker serviks adalah salah satu jenis kanker dengan jumlah penderita terbanyak di Indonesia menunjukkan bahwa kesadaran akan pencegahan, seperti vaksinasi HPV, masih perlu ditingkatkan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dikaitkan dengan remaja di sekolah menengah terkait masalah ini:
Remaja perempuan di sekolah menengah adalah kelompok usia yang tepat untuk mulai diberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi, termasuk pencegahan kanker serviks. Banyak dari mereka belum memahami bahaya kanker serviks dan cara pencegahannya, seperti vaksinasi HPV. Sekolah dapat menjadi tempat strategis untuk menyampaikan informasi ini melalui program kesehatan atau penyuluhan.
Vaksinasi HPV sangat efektif dalam mencegah infeksi Human Papillomavirus, yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Di tingkat sekolah menengah, program vaksinasi massal dapat dilaksanakan bekerja sama dengan pihak dinas kesehatan setempat untuk memastikan para siswi terlindungi sejak dini. Langkah ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan individu, tetapi juga dapat menekan angka kasus kanker serviks secara nasional.
Remaja adalah masa di mana seseorang mulai membentuk kebiasaan dan gaya hidup. Melalui pendidikan di sekolah, mereka dapat diarahkan untuk menjaga pola hidup sehat, seperti menghindari faktor risiko yang berhubungan dengan kanker serviks (misalnya, menikah terlalu muda atau memiliki kebiasaan buruk seperti merokok). Selain itu, remaja juga diajarkan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi.
Kegiatan seperti vaksinasi HPV sering kali membutuhkan dukungan sosial, baik dari teman sebaya, keluarga, maupun guru. Sekolah dapat menjadi tempat yang kondusif untuk memberikan pemahaman dan dukungan kepada remaja agar tidak merasa takut atau ragu mengikuti vaksinasi.
Masalah kanker serviks memang serius, tetapi langkah pencegahan seperti edukasi dini dan vaksinasi dapat membuat perbedaan besar. Dengan peran aktif sekolah, remaja dapat menjadi generasi yang lebih sehat dan bebas dari ancaman kanker serviks di masa depan.
